Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia

17 Agustus 2019

Sir 10: 1-8 + 1Pet 2: 13-17 + Mat 22: 15-21

 

 

Lectio

Suatu hari pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

 

 Meditatio

Menjerat sesama  adalah kejahatan, tetapi lebih jahat lagi menjerat Yesus Tuhan. Terlalu berani orang-orang Farisi itu. Yesus yang tahu isi hati dan budi umatNya, pasti tahu segala rencana umatNya.

'Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?'. Bagi kita pasti sulit pertanyaan seperti itu, tetapi tentunya tidaklah bagi Tuhan Allah.

'Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu', sahut Yesus, yang membuka pengajaranNya. 'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah'. Yesus menegaskan keberadaan seseorang sebagai warga masyarakat dan anggota umat Allah. Sebagai anggota masyarakat wajib mentaati aturan sosial hidup bersama. Membayar pajak adalah bukti seseorang ikut serta dalam pembangunan bangsa dan negara, bahkan sikap nyata dari solidaritas dan subsidiaritas dalam hidup bersama. Sedangkan yang wajib kita berikan kepada Allah adalah ucapan syukur, walau itu tidak menambah kemuliaan. Maka kiranya yang lebih penting lagi adalah mendengarkan dan melaksanakan sabda kehendak Allah. SabdaNya menyelamatkan kita.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, sejahterahkanlah bangsa dan negara kami, sebab kami percaya kepadaMu. Kami ingin sekali hidup adil dan makmur, maka tolonglah kami dalam mengamalkan Pancasila, sehingga kami semakin menjadi bangsa yang penuh sukacita lahir dan batin. Amin.

 

Contemplatio

'Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah'. 





Oremus Inter Nos, mari kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010