Hari Raya Maria Diangkat ke Surga, 18 Agustus 2019


why 12: 1-6 + 1Kor 15: 20-26 + Luk 1: 39-56

 

 

Lectio

Suatu hari berserulah Maria dalam lagu pujian: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, .karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 


 Meditatio

Tentunya semua orang ingin beroleh selamat, dan menikmati kemuliaan surgawi, sebagaimana kehendak Bapa di surga, yang mempunyai banyak tempat di rumahNya. Allah menghendaki semua orang beroleh selamat.

Kita mempunyai banyak peluang untuk menikmati kemuliaan surgawi. Berkat sakramen baptis semua orang beroleh keselamatan, terlebih dengan sabda yang disampaikan Allah sendiri dan begitu dengan aneka sakramenNya. Saudara dan saudariKu adalah mereka yang melakukan kehendak Bapa yang di surga.

Orang pertama yang masuk dalam surga mulia adalah Santa Perawan Maria. Maria menikmati kemuliaan surgawi, karena pelaksana sabda yang begitu setia. Kenaikannya ke surga memang tidak tertulis dalam Kitab Suci, tetapi aneka pengalamannya sebagaimana tersurat dalam Kitab Suci membuat kita percaya dan yakin, bahwa dialah orang pertama dan bukan orang lain. Dogma Maria terangkat ke surga adalah tanda iman kepercayaan umat yang mengalami kasih Allah.

Kita pun mempunyai kesempatan menikmati kemuliaan surgawi. Kita akan menikmati menurut urutan yang kita miliki.  'Sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya' (1Kor 15: 22-23). Kita harus mengikuti urutan, karena belaskasihNya yang besar itu, juga mengingat keterbatasan dan kelemahan kita.

Maria sendiri yakin, bahwa kita kelak boleh menikmati keselamatan daripadaNya, sebab 'rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia melimpahkan segala yang baik' (Luk 1). Tugas kita sekarang adalah mengamini sabda dan kehendakNya dengan setia sampai akhir hidup.


Oratio

Ya Yesus Kristus, kami adalah orang-orang yang menikmati keselamatanMu, dan masuk dalam kemuliaan surgawi sebagaimana dinikmati Maria, bunda kami. Ajarilah kami agar kami setia dalam mendengarkan SabdaMu dan melaksanakannya dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

Contemplatio

Pertama, 'sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya'.

Kedua, 'rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia melimpahkan segala yang baik'.







Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir