Jumat Pekan Biasa XVII, 2 Agustus 2019

Im 23: 4-11 + Mzm 81 + Mat 13: 54-58

 

 

Lectio

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

 

 Meditatio

'Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?'. Kata-kata inilah yang didengar Yesus. Mereka bukan saja menggerutu, tetapi malah kecewa dan menolak Dia. Mengapa mereka menolakNya? Bukankah seharusnya mereka bangga, bahwasannya dari antara mereka ada seseorang yang diidolakan banyak orang? Adakah kecemburuan sosial?

'Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya'. Komentar Yesus terhadap kenyataan yang dihadapiNya. Ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ, sebaliknya kepercayaan mendatangkan segala yang indah dan menjadikan segala-galanya mungkin terjadi adanya.

 

 Oratio

Ya Yesus Kristus, jauhkan kami dari kesombongan diri yang tidak dapat melihat kelebihan sesama, tetapi berilah kami kebijaksanaan untuk dapat menerima orang lain sebagaimana adanya. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya'. Kita berani menerima kenyataan orang lain.

Kedua, ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ, sebaliknya kepercayaan mendatangkan segala yang indah dan menjadikan segala-galanya mungkin terjadi.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta