Jumat Pekan Biasa XXI, 30 Agustus 2019

1Tes 4: 1-8 + Mzm 139 + Mat 23: 27-32


Lectio

"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya".


Meditatio

Menikmati Kehadiran Kerajaan Allah memerlukan kebijakan hidup, yakni mengkondisikan diri dalam aneka peristiwa. Kerajaan Allah mengatasi hidup setiap orang. Tidak ada orang yang mampu menguasai kehadiran Kerajaan Allah, tetapi setiap orang dimungkinkan menikmati kehadiranNya.

Kehadiran Kerajaan Allah yang mengatasi ruang dan waktu menuntut setiap orang untuk membekali diri. Kehadiran Kerajaan Allah adalah sesuai dengan kehendak sang Empunya kehidupan, yakni Allah sendiri, dan bukan atas dasar kemauan diri kita manusia. 'Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya'.

Itulah yang diajarkan Yesus dalam perumpamaan hari ini. Hanya orang kuduslah yang siap sedia menerima kehadiran Yesus. Sebab merekalah yang mengkondisikan diri untuk siap sedia menerima kehadiranNya. Paulus dalam suratnya amat mengharapkan kita kudus adanya (1Tes 4).


Oratio

Ya Tuhan Yesus, kuduskanlah hati dan budi kami, agar kami kedapatan siap sedia menerima kehadiranMu yang menyelamatkan. Terangilah kami dengan Roh KudusMu, agar kami selalu menjadi orang-orang bijak dalam hidup ini. Amin.


Contemplatio

Yesus meminta kita: 'berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya'. Hendaknya kita selalu berjaga, bersiap sedia akan realitas hidup.





Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir