Kamis Pekan Biasa XX, 22 Agustus 2019

Hak 11: 29-39 + Mzm 40 + Mat 22: 1-14

 

 

Lectio

Suatu hari bersadalah Yesus: 'hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

 

 Meditatio

'Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'.

Penegasan inilah yang menjadi kesimpulan atau sebagaimana diterangkan dalam perumpaan yang diberikan Yesus. Pertama, perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Kehendak Allah untuk menyelamatkan umatNya mendapatkan penolakan dari mereka orang-orang yang dikasihiNya. Itulah yang terjadi dalam Perjanjian Lama, bahkan AnakNya yang tunggalpun mendapatkan perlawanan keras. Sejarah manusia membuktikan ketidakpercayaan dan penolakan orang-orang yang menyebut dirinya beragama, tetapi tidak menghayati imannya.

Kedua, hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta. Sebuah teguran keras dari Tuhan terhadap orang-orang yang tidak mengamini sabda dan kehendakNya. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kesempatan beroleh keselamatan, tetapi tidak mau mengikuti aturan main dalam menikmati keselamatan. 'Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih'. Mereka sudah dipanggil dan diberi kesempatan, tetapi tidak menggunakan kesempatan yang luhur dan mulia itu.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami ini mudah menyia-nyiakan waktu. Kami tidak disiplin dan dengan mudah mengulur-ulur waktu. Semoga InjilMu hari ini mengingatkan dan mengajak kami untuk semakin bertanggung jawab atas segala yang telah dipercayakan kepada kami, terlebih pemberianMu itu sendiri. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu'. Kita seringkali kurang menggunakan kesempatan indah yang diberikan Tuhan. Kita ini pamalas.

Kedua, hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta. Teguran bagi orang-orang yang tidak mau menempatkan diri, terlebih di hadapan Tuhan yang penuh belaskasih.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010