Pesta menampakkan kemuliaanNya, 6 Agustus 2019

Dan 7: 9-145 + Mzm 97 + Luk 9: 28-36

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."  Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.

 

 Meditatio

Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Yesus menampilkan cahaya surgawi. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Kemuliaan Anak Manusia, sebagaimana diceritakan oleh Daniel, ditampakkan Yesus. Yesus adalah Allah yang menjadi Manusia. Tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Mereka semua adalah orang-orang surgawi. Mengapa injil Lukas hanya mencatat Musa dan Elia yang menampakkan kemuliaan? Adakah penyesuaian dengan injil Yohanes.

Kemuliaan surgawi itu menyenangkan hati setiap orang yang tercipta sesuai dengan gambarNya itu. Maka tepatlah kata-kata para murid: 'Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia'. Mereka ingin semua yang indah ini berkepanjangan selalu.

'Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia'. Kata-kata Allah Bapa yang menghendaki para murid mendengarkan sabdaNya. Kemuliaan surgawi hanya dapat dinikmati, bila mereka mendengarkan sabda. Bukankah memang mereka yang mendengarkan sabda Bapa yang menjadi saudara dan saudari Yesus?  

 

 Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, bahwa Engkaulah Allah yang Empunya kehidupan, dan kelak kami boleh menikmati kebahagiaan bersamaMu. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia'. Inilah kecenderungan manusia yang selalu ingin menikmati yang indah dan membahagiakan.

Kedua, 'inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia'. Mendengarkan Dia adalah sikap kita yang lebih bermakna bagi Tuhan Allah.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010