Rabu Pekan Biasa XX, 21 Agustus 2019

Hak 9: 6-14 + Mzm 21 + Mat 20: 1-16

 

 

Lectio

Suatu hari bersadalah Yesus: 'adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

 

 Meditatio

Injil hari ini cukup menarik untuk mendapatkan perhatian kita Bersama.

Sang tuan kebun anggur, bukanlah orang yang tidak adil. Dia telah melakukan sesuai dengan hokum, dengan kesepakatan yang dijanjikan bersama. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Tuan kebun anggur itu telah mengikat kesepakatan. Kalau tokh dia memberi yang terakhir sama dengan yang terdahulu, perumpamaan ini hendak menegaskan belakasih Tuhan terhadap seluruh umatNya. Belaskasih Allah mengatasi keadilan dan hokum yang dibuat oleh manusia.

Selain daripada itu, kita manusia pun tidak bias membeli belaskasih dan kemurahan hati Allah dengan jasa dan kebaikan kita. Kita hanya bisa berharap dan berharap. Kita harus tetap yakin pula, bahwa segala kebaikan dan kasih kita pasti mendatangkan berkat daripadaNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami sering iri hati dan cemburu, bila melihat orang lain mendapatkan lebih daripada kami. Kami merasa lebih hebat, dan telah banyak berjerih payah. Bantulah kami selalu, agar selalu rendah hati dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku?'. Sulit kali kita mengakui kebaikan Tuhan terhadap sesame.

Kedua, 'yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir'. Kenyataan inilah yang sering dipakai Tuhan kepada kita. Kemauan Tuhanlah yang harus kita amini.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir