Sabtu Pekan Biasa XXI, 31 Agustus 2019

1Tes 4: 9-11 + Mzm 98 + Mat 25: 14-30




Lectio

"Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."


Meditatio

Menikmati kehadiran Kerajaan Allah sungguh menyenangkan dan membahagiakan. Orang yang merasakan, tentunya tidak berkeinginan agar segera berakhir keindahan dan kebahagiaan itu, sebagaimana pernah dinikmati Petrus, Yohanes dan Yakobus, ketika Yesus menampakkan diri bersama Musa dan Elia. Dan itulah yang diceritakan dalam perumpamaan Yesus hari ini. Setiap orang diberi kesempatan menikmati kehadiran Kerajaan Allah yang awalnya berbeda satu dengan lainnya. Ada yang kemarin. Ada yang sekarang, dan ada pula esok.

Setiap orang diajak untuk menikmatiNya dengan penuh syukur. Perumpamaan menceritakan seseorang yang tidak mau berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan. Dia pun tidak mau mempertanggungjawabkan dalam keseharian hidupnya. Orang yang mau menikmatiNya dengan penuh syukur akan semakin merasakan kehadiranNya, tetapi tidaklah demikian dengan mereka yang tidak mau tahu akan kehadiranNya. 'Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. 

Paulus dalam suratnya hari ini malah mengajak setiap orang untuk berani berbagi dengan saling mengasihi. Aku mengharapkan agar kalian semakin bersungguh-sungguh mengamalkannya (1Tes 4: 10). Kasih kepada Tuhan hendaknya selalu kita tampakkan dalam kasih terhadap sesama.

Tidaklah demikian dengan seseorang yang tidak bertanggungjawab. 'Campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'.


Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami agar hari demi hari kami semakin bertanggungjawab dan tahu berterima kasih atas segala yang baik, yang Engkau berikan kepada kami. Limpahkanlah kasihMu selalu. Amin.


Contemplatio

Pertama, 'setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'. Hendaknya kita selalu memaknai hidup ini.

Kedua,  'campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi'.  Sungguh menyakitkan memang bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab.




Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010