Selasa Pekan Biasa XX, 20 Agustus 2019

Hak 6: 11-24 + Mzm 85 + Mat 19: 23-30



Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."


Meditatio

Kekayaan memang sering membantu banyak orang dalam menikmati hidup ini, tetapi tak jarang terikat oleh kekayaan sehingga tak mampu melihat dan menikmati sesuatu yang lebih indah dan ilahi. Secara hiperbolis Yesus menegaskan: 'sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Yesus benar-benar mengingatkan semua orang akan pemaknaan kekayaan. 'Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin'.

Sebaliknya orang yang tidak mau tenggelam dalam segala yang duniawi ini, malah akan mendapatkam segala yang indah dan melimpah.  'Kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal'. Inilah konsep dan rumusan baru yang diberikan Yesus; dengan tetap hak previligi tetap pada pihak Allah. Oleh karena itu, 'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'.


Oratio

Ya Yesus Tuhan, kami seringkali tenggelam dalam kekayaan diri. Kami ingin selalu mencari kepuasa diri. Kami amat insani. Bantulah kami, ya Yesus, agar kami setia dalam menghadapi aneka tantangan keseharian kami. Amin.


Contemplatio

Pertama, 'sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Yesus tidak menghendaki kita tenggelam dalam harta benda.

Kedua, 'banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu'. Hak istimewa tetap dipegang hanya oleh Allah.






Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010