Jumat Pekan Biasa XXIII, 13 September 2019

1Tim 1: 12-14 + Mzm 16 + Luk 6: 39-42

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

 

Meditatio

          Penyataan pertama Yesus, bahwasannya 'dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya', mengungkapkan para murid akan menjadi seperti guru bila dia berani belajar dan belajar terus. Hendaknya kamu murah hati seperti Bapa di surge murah hati.

Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu (Yoh 14: 12). Para murid, kita semua, amat dimungkinkan menyerupai sang Guru, tentunya kalua kita berani memanggul salib seperti Dia sendiri. Dengan iman kepercayaan, seseorang akan mendapatkan banyak kasih karuniaNya. Itulah yang diceritakan Paulus: 'aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman' (1Tim 1: 13).

          Kedua, hendaknya kita tidak menjadi orang-orang munafik yang mudah melihat selumbar di dalam mata saudara, sedangkan balok di dalam mata sendiri tidak kita ketahui. Yesus tetap mengajak setiap orang untuk berani mengingatkan saudaranya yang jatuh dalam dosa, tetapi tidaklah mencari-cari kesalahan sesama.

 

Oratio

          Ya Yesus Kristus, ajarilah untuk setia belajar kehidupan daripadaMu, agar kami menyerupai Engkau dan mampu penuh belaskasih terhadap sesame.

Santo Yohanes Krisostomus, doakanlah kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya'. Kita diberi kesempatan sama dengan sang Guru kita.

Kedua, hendak kita tidak melihat selumbar di dalam mata saudara, sedangkan balok di dalam mata sendiri tidak kita ketahui. Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan sesame.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir