Jumat Pekan BiasaXXII, 6 September 2019

Kol 1: 15-20 + Mzm 100 + Luk 5: 33-39

 

 

Lectio

Suatu hari orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa."

Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

 


Meditatio

Sahabat pengantin tidak dapat berpuasa selama dia bersama sang pengantin. Demikianlah kita semua tidak dapat bepuasa, dan memang tak perlu berpuasa, selama kita selalu bersama Kristus, sang Mempelai Gereja. Sebab selama bersamaNya, kita dipimpin terus olehNya. Hidup kita dikendalikan oleh Kristus sendiri, sebab memang bukan aku yang hidup dalam diriku, melainkan Kristuslah yang hidup di dalam aku. 'Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa'.

Berpuasa memang bukan soal waktu, atau bahkan bukan pula soal makan dan minum. Puasa adalah soal pengendalian diri. Orang yang ingin membebaskan diri dari kungkungan makanan, maka dia harus berpuasa dan berpantang. Amat insani. Namun lebih dari itu, puasa tentunya harus kita persembahkan kepada Tuhan Allah sendiri, agar puasa mampu mendekatkan diri kita kepada Tuhan Allah, yang bebas dari segala kekuatan insani. Sebab apalah artinya setelah berpuasa kita kembali kepada kebiasaan lama. 'Anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula'.

 

Oratio

          Ya Yesus, kuatkan kami dalam berpantang diri dari segala kecenderungan insani; dan semoga kami pun mampu melanjutkan segala kebaikan diri yang telah kami mulai. Semoga hidup baru boleh kami nikmati, karena telah meninggalkan cari hidup lama kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa'. Selama bersama Yesus, kita tidak perlu berpuasa.

Kedua, 'anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula'. Pertobatan itu harus berkelanjutan.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir