Kamis Pekan Biasa XXII, 5 September 2019


Kol 1: 9-14 + Mzm 98 + Luk 5: 1-11


Lectio

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.


Meditatio

Seorang nelayan tentunya lebih pandai menangkap ikan daripada mereka orang-orang dari gunung. Itulah perasaan Simon juga, yang merasa pandai daripada sang Guru, Anak tukang kayu itu. 'Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa', Suatu kewajaran yang dikatakan Petrus, ketika Yesus meminta bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkan jalamu. Namun juga tidak wajar, kalau memang dia sudah mengenal Kristus Guru. Bukankah sudah beraneka kali dia menikmati yang indah dari Tuhan Yesus?

'Tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga'. Sebuah iman kepercayaan tetap terbersit dalam hati sang murid satu ini. Simon pasti masih bisa merasakan bahwa sang Guru mampu melakukan yang indah. Dan akhirnya terjadilah peristiwa yang indah dan menakjubkan. Di tempat sama, di mana mereka telah mencari dan mencari tetapi tidak mendapatkannya, menangkap ikan dalam jumlah yang amat besar. 'Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa'. Segala yang indah pemberian Tuhan memang diberikan agar setiap orang semakin berani mendekatkan diri pada Tuhan. Pemberian Tuhan mengajak orang untuk semakin berani bertobat.

'Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia'. semakin banyak menerima semakin banyak dituntut. Itulah dengan ajakan Yesus kepada para muridNya untuk menjadi penjala manusia. Sekaligus menunjukkan kepercayaan Yesus sendiri yang diberikan kepada mereka. Para murid pun mengamini kehendak Yesus dengan meninggalkan kesibukan keseharian mereka dan mengikuti Yesus.


Oratio

Yesus Kristus, seringkali kami ini mengetahui segalanya, dan bahkan merasa pandai. Ajarilah kami mempunyai kerendahan hati dengan memberi kesempatan kepada orang lain untuk berusaha dan berusaha. Semoga kami pun berani mengakui kalau ada orang lain yang lebih pandai dan sukses dari kami. Amin.


Contemplatio

Pertama, 'karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga'. Sebuah ketaatan kepada Tuhan, walau di luar perkiraan diri kita.

Kedua, 'jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia'. Kepercayaan Tuhan kepada umatNya untuk berani ambil bagian dalam karyaNya.




Oremus Inter Nos, mari kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010