Kamis Pekan Biasa XXIV, 19 September 2019

1Tim 4: 12-16 + Mzm 111 + Luk 7: 36-50

 

 

Lectio

Suatu hari seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."

"Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

 

Meditatio

Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Kita dapat membayangkan peristiwa tersebut? Minimal, perempuan itu telah banyak mengetahui siapakah Yesus. Dia tidak takut dan tidak mau tahu dengan banyak orang yang mengabaikan dan membuang dirinya. Dia maju terus untuk menjumpai sang Empunya kehidupan.

'Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa', kata orang-orang Yahudi. Yesus, bukannya tidak tahu akan perempuan satu itu, malah sebaliknya, karena Dia tahu siapa perempuan satu itu, maka Dia membiarkan dia melakukan sesuatu pada diriNya.

'Aku berkata kepadamu: dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih'. Perbuatan kasihnya itulah yang membuat perempuan ini akhirnya beroleh pengampunan. 'Dosamu telah diampuni'. Ia berbuat demikian, karena dia percaya kepada Yesus Tuhan. 'Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!'. Iman dan kasih mendatangkan keselamatan.

'Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih', tegas Yesus kepada Simon, orang yang mengundangNya makan. Simon tidak banyak berbuat kasih, karena dia tidak berasa mendapatkan pengampunan. Perempuan berdosa ini ternyata telah jauh lama merasakan kasih Allah, walau dia tak berdaya dengan kuasa dosa yang menyelimuti dirinya. Namun kesadaran akan belaskasih Allah itulah yang akhirnya membuat dia kembali kepada Allah, dan menjumpai sang Empunya kehidupan itu.

 

Oratio

          Ya Yesus Kristus, betapa besar kasihMu kepada kami. Ajarilah kami mempunyai kepekaan hati akan kehadiranMu yang menyelamatkan. Kami ini orang-orang yang Kau selamatkan, tetapi kami kurang tahu berterima kasih kepadaMu. Ampunilah dosa dan kesalahan kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku berkata kepadamu: dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih'. Pengampunan menjadi bekal bagi setiap orang untuk berbagi kasih.

Kedua, 'orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih'. Apakah kita sedikit mendapatkan penampunan daripadaNya? Bukankah kasih penebusan telah menyelamatkan kita?

Ketiga, 'imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!'. Iman dan kasih mendatangkan keselamatan.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta