Minggu Pekan Biasa XIV, 15 September 2019

Kel 32: 7-14 + 1Tim 1: 12-17 + Luk 15: 1-10

 

 

Lectio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

Meditatio

Seorang guru, apalagi mempunyai nama harum di tengah-tengah masyarakat, seharusnya bergaul dengan orang-orang baik dan ternama. Itulah alasan para ahli Taurat dan kaum Farisi yang menggerutu, ketika Yesus membiarkan para pemungut cukai dan orang-orang yang dianggap pendosa itu datang kepadaNya. 'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'. Mengapa Yesus membiarkan mereka datang?

Paulus, sebagai orang yang mengalami kasih Allah menegaskan: Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa (1Tim 1: 15). Paulus tidak berpendapat, melainkan mengalami dan merasakannya sendiri. Paulus malah diberi kepercayaan untuk melayani banyak orang. Yesus datang guna menyelamatkan semua orang, termasuk kaum pendosa. Inilah jawaban untuk kaum Farisi dan para ahli Taurat.

Yesus sendiri sadar akan tugas perutusanNya, bahwasannya 'Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia'. Membiarkan para pendosa datang berarti membiarkan mereka menikmati keselamatan yang disampaikanNya. 'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat'. Pertobatan membawa sukacita surgawi.

Apakah kita orang berdosa? Pasti. Mari kita berani datang kepadaNya dan mendengarkan sabdaNya, sebagaimana dilakukan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Yang kedua, mari kita berdoa dan berdoa, mohon pengampunan bagi orang-orang yang kita cintai, agar mereka pun menikmati keselamatan. Bila hal ini kita lakukan, kita bertindak seperti Musa, yang membuat hati Allah menyesal atas malapetaka yang dirancangkanNya terhadap umatNya (Kel 32: 14).

 

Oratio

          Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk setia mendengarkan pengajaranMu, agar rahmat pertobatan semakin merasuk dalam diri kami. Juga biasakanlah kami berdoa bagi mereka yang jauh daripadaMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat'. Pertobatan membawa sukacita di dunia dan surga.

Kedua, 'Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa'. Sabda Tuhan adalah kebenaran dan hidup.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010