Rabu Pekan Biasa XXII, 11 September 2019

Kol 3: 1-11 + Mzm 145 + Luk 6: 20-26

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: 'berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu'.

 

Meditatio

Pujian  bahagia yang disampaikan Yesus amat mengagetkan. Sebab bukan mereka yang lagi bergembira, bersuka-suka dan bertepuktangan,  yang berbahagia, melainkan mereka yang mengalami aneka tantangan. 'Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah'. Apakah kita harus miskin terus dan tak perlu mencari nafkah. 'Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan'. Kapan terpuaskan? Masih lamakah? 'Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa'.  Sampai kapan kami harus menangis?  'Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi'. Inikah resiko yang harus kita tanggung karena kepercayaan kepada Kristus? Yesus memuji Bahagia, kalau kita mampu bertahan dalam duka dan memanggul salib kehidupan ini. Yesus meminta kita, agar setia dalam malam gelap ataupun jalan kecil kehidupan kita. Barangsiapa setia sampai akhir akan beroleh kehidupan. Habis gelap terbitlah terang.

Sebaliknya Yesus secara terus terang mengecam mereka yang tertawa sekarang. KataNya: 'celakalah kamu, hai kamu yang kaya, yang kenyang, yang tertawa, yang mendapat banyak pujian, sebab kamu akan lapar, miskin, menangis'. Apa maksudNya semua ini? Apakah karena ketika kenyang, tertawa dan kaya, kita lupa akan Tuhan? Apakah kits benar-benar hanya memikirkan kepuasan diri, dan lupa akan yang ada di atas? (Kol 3)


Oratio

Ya Yesus Kristus, semoga dalam setiap langkah hidup ini, kami selalu ingat akan Engkau. Sebab ingatan akan Engkau membuat kami mempunyai kami terasa nyaman dan tentram. Sebab kami yakin Engkau selalu menjaga dan melindungi. Engkau pasti menolong dan memperhatikan kami. Amin.

 

Contemplatio

          Pertama, 'berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah'. Yesus memberi harapan yang amat indah.

Kedua, 'berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu'. Inilah resiko mengikuti sang Kebenaran.

Ketiga, 'celakalah kamu, hai kamu yang kaya, yang kenyang, yang tertawa, yang mendapat banyak pujian, sebab kamu akan lapar, miskin, menangis'. Apa kita tidak pernah memandang ke atas, tempat Dia bertakhta, ketika kita tertawa, kenyang dan lagi kaya?







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Pesta Santo Stefanus Martir