Rabu Pekan Biasa XXIV, 18 September 2019

1Tim 3: 14-16 + Mzm 111 + Luk 7: 31-35

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

 

Meditatio

          Perumpamaan tentang kegelisahan anak-anak yang bermai suling menunjukkan egois diri kita terhadap sesame. Kita tidak mau tahu akan keberadaan orang lain. Kita berkata tentang orang lain, karena perkiraan kita sendiri. 'Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'. Mereka berkata-kata seperti itu, karena kemauan mereka sendiri. Apakah Yohanes kerasukan kuasa kegelapan? Apakah Yesus peminum dan pendosa?

'Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya'. Daya sabda Allah terus berlanjut, dan tidak berhenti, karena penolakan banyak orang. Setiap orang yang mendengarkan beroleh rahmat dan kasih Allah; dan mereka bagaikan mendirikan rumah di atas batu.

 

Oratio

          Ya Yesus, seringkali kami ini amat egois. Segala sesuatu harus mengikuti kami. Ajarilah kami untuk memahami orang lain, dan melihat mereka sebagaimana adanya. Amin.

 

Contemplatio

          'Hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya'. Daya sabda Allah meneguhkan setiap orang yang percaya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010