Sabtu Pekan Biasa XXII, 7 September 2019

Kol 1: 21-23 + Mzm 54 + Luk 6: 1-5

 

 

Lectio

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya. Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

 

Meditatio

Hari Sabat adalah hari istimewa bagi kaum Israel. Mengapa? Sebab di hari ketujuhlah Tuhan beristirahat menciptakan segala sesuatu. Di hari Sabat, kaum Israel pun diminta berhenti dar segala kegiatan, dan memberi waktu sepenuhnya untuk bersyukur dan berdoa.  Hari Sabat adalah hari Tuhan. Hukum melarang pekerjaan-pekerjaan sekuler pada hari Tuhan itu; pekerjaan untuk mencari nafkah harus dihentikan; tidak ada upaya untuk kesenangan diri atau keuntungan duniawi yang diizikan pada hari ini; tetapi sebagaimana Tuhan berhenti dari pekerjaan penciptaan-Nya, dan beristirahat pada hari Sabat dan memberkatinya, demikianlah manusia harus meninggalkan pekerjaan sehari-hari kehidupannya dan menyerahkan jam-jam yang kudus itu kepada perhentian yang menyehatkan, untuk berbakti, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang suci.

Namun pemahaman akan hokum Sabat terlalu rigoris, kaku dan mati. Sebab mengangkat tikar saja tidak diperkenankan. Demikian juga, bagi orang yang lapar tidaklah ada ampun, sebagaimana yang dilakukan oleh para murid hari ini. 'Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'. Itulah kata-kata orang yang begitu menafsirkan hokum Sabat. Menanggapi komentar itu, Yesus menjawab mereka: 'tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?'. Yesus bukan hanya membela para muridNya, tetapi sekaligus menantang mereka untuk bersikap bijak dalam melihat kenyataan. Ambulance yang membawa orang sakit pun hendaknya diberi keleluasaan dalam lalulintas.

Sebetulnya mereka tidak tahu, bahwasannya: 'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'; bahkan di dalam Dia kita semua telah didamaikan dengan Allah (Kol 1: 21-23). Selama Tuhan diutamakan segala peraturan berjalan sebagaimana mestinya. Segala yang baik tidak bertentangan dengan Kebaikan tertinggi.

 

Oratio

          Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk memahami orang lain, terlebih mereka yang lemah. Semoga kami pun semakin bijak dalam dalam segala karya pelayanan kami. Amin.

 

Contemplatio

'Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat'. Tentunya kita semua harus taat kepadaNya. Ketaatan kepadaNya memudahkan kita mendapatkan segalanya.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010