Selasa Pekan Biasa XXV, 24 September 2019

Ez 6: 7-12 + Mzm 122 + Luk 8: 19-21

 

 

Lectio

Suatu hari ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."

 

Meditatio

Persaudaraan bersama Yesus. Dia terlahir, bukan karena keinginan seorang-laki-laki. Dia tidak bisa diikat oleh keluarga tertentu, karena memang Dia dikandung oleh kuasa Roh Kudus. Dia hadir di tengah-tengah umatNya, dan hanya mengikatkan diri dalam ruang dan waktu, tetapi sekaligus mengatasi ruang dan waktu. Dengan demikian tidak ada satupun ikatan manusia yang mematok dan membatasi diriNya.

'Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya'. Malahan dengan penyataanNya ini Yesus menggandeng semua orang dalam kuasa sang Empunya kehidupan. Sebab sebagaimana Aku datang hanya untuk melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku, maka kehendak Tuhanlah yang menyatukan seluruh umat manusia yang adalah ciptaan dan milik Tuhan Allah sendiri. Kita benar-benar hidup bersaudara kalua kita mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Persaudaraan sejati adalah relasi antar kita manusia yang kasih Tuhan Allah sendiri.

 

Oratio

          Ya Tuhan Yesus, Engakau menyatukan semua orang karena sabda Allah. SabdaMu adalah kebenaran dan hidup. SabdaMulah cinta kasih. Maka ajarilah kami mendengarkan sabdaMU dan setia melakukannnya dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

 

Contemplatio

'Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya'. Sabda Nya menyatukan seluruh umat manausia.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta