Senin Pekan Biasa XIV, 16 September 2019

1Tim 2: 1-8 + Mzm 28 + Luk 7: 1-10

 

 

Lectio

Suatu hari masuklah Yesus ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

 

Meditatio

Kerendahan hati memang amat berguna bagi seseorang. Dia akan mempunyai banyak teman. Dia pun mampu mengutamakan kehendak Tuhan Allah, dan bahkan meluluhkan hati Allah untuk semakin melimpahkan rahmat dan berkatNya.

'Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh'. Inilah kata-kata seorang perwira Roma kepada Yesus. Perwira ini tahu akan posisi dirinya. Dia tahu menempatkan diri.

Yesus heran akan dia. 'Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!'. Yesus bangga akan iman perwira satu ini. Seharusnya iman seperti inilah yang tumbuh dan berkembang dalam diri orang-orang yang dikasihiNya.

 

Oratio

          Ya Tuhan Yesus, kami ini sering bangga diri, dan bahkan melupakan orang lain. Ingatkanlah kami, agar hari demi hari kami mempunyai kasih dan berani bersyukur atas segala yang baik, yang boleh kami nikmati. Engkau telah banyak menolong kami, ajarilah kami untuk selalu bersyukur dan mempunyai iman yang Tangguh. Amin.

 

Contemplatio

          'Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!'. Yesus meminta kita agar menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010