Senin Pekan Biasa XXII, 2 September 2019


1Tes 4: 13-17 + Mzm 96 + Luk 4: 16-30


Lectio

Pada suatu hari Yesus datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya." Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?" Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!" Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu." Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.


Meditatio

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Inilah tugas perutusan Yesus. Dia datang hendak menyampaikan kabar baik, yakni Injil. Dia juga menyatakan pembebasan kepada mereka yang tertindas oleh kelekatan-kelekatan dunia. Yesus sungguh Mesias, karena memang Dia datang menyampaikan kabar sukacita, dan bukannya beban kehidupan. Dan olehNya, kita semua yang percaya, dan juga semua orang yang telah meninggal dalam Dia, akan dikumpulkan oleh Allah bersama Dia, yang adalah Kebangkitan dan Kehidupan  (1Tes 4 dan Yoh 11). Yesus sangat sadar akan tugas perutusanNya

'Bukankah Ia ini anak Yusuf?', kata orang-orang yang meniadakan tugas perutusanNya. Sebab siapalah Yusuf? Mampu Anak tukang kayu melakukan semuanya itu? Itulah ketidakmampuan orang-orang Israel menerima Yang indah dari Nazaret. Mereka tidak mampu melihat kehebatan yang dimiliki oleh sesamanya.

'Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu'. Yesus amat menyadari ketidakmauan dan ketidakmampuan mereka menerima kehadiran sang ilahi. Itu terjadi bukan baru sekarang ini, melainkan sejak lama. Kain tidak mampu menerima kehadiran Habel, demikian para nabi. Namun semuanya itu tidak menutup belaskasih Allah untuk menyelamatkan umatNya. Allah membuka diri terhadap orang-orang yang mau menerimaNya, antara lain janda Sarfat dan Naaman.


Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkaulah Tuhan Allah yang hidup. Engkau datang ke tengah-tengah kami guna keselamatan kami. Ajari kami mengamini sabda dan kehendakMu, juga menemukan kehadiranMu dalam diri sesama, terlebih mereka yang kurang kami perhatikan. Amin.


Contemplatio

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. 





Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010