Senin Pekan Biasa XXVI, 30 September 2019

Zak 8: 1-8 + Mzm 102 + Luk 9: 46-50

 

 

Lectio

Suatu hari timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."

Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."

 

Meditatio

Siapakah yang terbesar di antara para murid itulah yang dipersoalkan mereka. Apakah mereka yang terpandai? Tertua? Terajin? 'Yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar', tegas Yesus menanggapi persoalan mereka. Seorang anak kecil adalah yang terbesar dari antara mereka, dan dialah yang harus dilayani. Sebab 'barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku'. Kehadiran Tuhan ditampakkan dalam diri orang yang kecil dan sederhana. Apa yang kamu lakukan untuk saudaraKu yang paling hina ini, engkau telah melakukan bagiKu. Dengan demikian Yesus mengingatkan para murid, agar dari antara mereka tidak ada yang meninggikan diri. Malah mereka harus melayani seorang anak kecil

Orang lain, di luar komunitas kita, dan tidak sama dengan kita, haruslah kita hormati. Bukankah kita manusia tercipta sesuai dengan gambarNya? 'Barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu'. Bukankah segala sesuatu tercipta dalam Dia?

Pergaulan dengan Yesus harus membuat orang semakin beani merundukkan diri, sebab Kristus sendiri telah menghampakan diri dan menjadi serupa dengan manusia. Keagungan Tuhan ditampakkan, bukan dengan kegentaran dasyat, melainkan dengan berkumpulnya kembali Israel yang tercerai berai, dan bebaskan anak-anak dan otang-orang tua bersukaria (Zak 8: 1-8). Kalau Yohanes berkata: 'Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita', karena dia belum mengenal siapa sebenarnya sang Guru yang diikutinya itu.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mereka yang tak berdaya dan lemah adalah orang-orang besar, yang harus kami hormati, layani dan sayangi, sebab memang Engkau hadir dalam diri mereka. Semoga kami pun tetap berani merundukkan diri bila memang mampu melakukan sesuatu yang baik bagi sesama. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar'. Mereka harus kita layani dan hormati.

Kedua, 'barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu'. Bukankah kita semua tercipta dalam kasihNya?

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010