Jumat Pekan Biasa XXIX, 25 Oktober 2019

Rom 7: 8-25 + Mzm 119 + Luk 12: 54-59

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata: 'apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas'.

 

Meditatio

Menghitung segala sesuatu yang matematis sepertinya amat mudah; apalagi dengan kemajuan teknologi. Alam semesta yang tampak lahiriah ini pun mudah diperhitungakan. 'Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?', tegur Yesus. Mengapa? Apakah karena harus menilai manusia juga, dan bukan hanya alam semesta? Mengapa mereka, termasuk kita tentunya, tidak mengikutsertakan Tuhan Allah sang Empunya kehidupan? Bukankah tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya? (Mrk 9: 23).

'Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?', tambah Yesus. Bukankah kita diberi kesempatan selebar-lebarnya untuk meminta bantuanNya yang akan mengirimkan RohNya yang kudus? Bukankah Salomo telah mengingatkan kita untuk bertindak bijak dalam hidup bersama? Bukankah Yesus juga mengingatkan, agar kita duduk terlebih dahulu sebelum mendirikan menara guna dapat menyelesaikannya? Kiranya kita bersikap seperti Paulus, yang menyadari segala kelemahan dan keterbatasannya, dan kemudian berserah kepadaNya (Rom 7: 18-25).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, dampingilah kami dengan terang Roh KudusMu, agar dapat berpikir dengan jernih dan berkata-kata benar. Sebab hanya dalam perlindungan dan keterlibatanMu, kami dapat melakukan segala sesuatu dengan baik dan benar adanya. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?'. Hendaknya kita melibatkan Tuhan dalam setiap karya kita.

Kedua, 'mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?'. Kita mohon rahmat kebijaksanaan daripadaNya.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010