Kamis Pekan Biasa XXVI

3 Oktober 2019

Neh 8: 1-7 + Mzm 19 + Luk 10: 1-12

 

 

Lectio

Pada suatu kali Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

 

Meditatio

Kiranya ada tiga pesan yang hendak disampaikan Yesus dalam perikop kali ini.

Pertama, para murid harus berani memohon kepada Bapa di surga, sang Empunya kehidupan. 'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Mengapa mereka harus minta? Karena memang tugas pewartaan telah diserahkan kepada para muridNya. Yesus tidak mau mencabut kembali sesuatu yang telah diberikanNya. Setiap orang malah harus berani meminta bantuan Tuhan Allah dalam karya pewartaan. Doa-doa permohonan menunjukkan ada kebutuhan akan pertolongan Tuhan.

Kedua, para murid haruslah para pemberani menghadapi kenyataan hidup. 'Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'. Yesus amat menyadari betapa sulitnya karya pewartaan itu. Bukankah memang anak-anak terang berseberangan dengan anak-anak kegelapan? Karya pewartaan berhadapan dengan dunia, dunia ala Yohanes.  Keberanian diri dan kepercayaan akan Tuhan adalah modal utama di tengah-tengah serigala.

Ketiga, para murid harus hanya mengandalkan Tuhan Allah. 'Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu'.  Kehadiran Kerajaan Allah yang harus menjadi bahan utama pewartaan. Karena itu pesan damai yang harus disampaikan di awal karya pewartaan. Pewarta sabda adalah pembawa damai, dan bukan pembawa keributan.

Sebaliknya penolakan akan Allah adalah penolakan dirinya untuk diselamatkan. 'Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu'. Sepertinya tidak ada pengampunan bagi mereka yang sengaja melawan Allah.

 

Oratio

Ya Bapa di surga, kami bersyukur boleh mendengarkan sabdaMu. Engkau pun mengajak kami untuk berani berbagi kepada sesama segala yang kami nikmati.  Teguhkanlah kami untuk berani menjadi saluran berkat bagi sesama kami. Amin.

 

 

Contemplatio

Pertama, 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Setiap orang harus ikut bertanggunjawab dalam karya pastoral.

Kedua, 'pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'. Pewarta sabda adalah seorang pemberani.

 






Oremus Inter Nos, mari kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta