Minggu Pekan Biasa XXVII, 6 Oktober 2019

Hab 2: 2-4 + 1Tim 1: 6-8 + Luk 17: 5-10

 

 

Lectio

Pada suatu kali kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.

Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

 

Meditatio

Orang yang perkasa dan hebat adalah siapa yang mempunyai iman. 'Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'. Penegasan Yesus benar-benar mengajak kita menjadi orang yang beriman, yang mengandalkan Tuhan. Kekuatan iman sungguh luar biasa, karena seseorang melibatkan Tuhan Allah dalam karya pekerjaanNya. 'TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?' (Mzm 118: 6).

Sadar akan bantuan dan pertolongan Tuhan, dan bukan karena kekuatan sendiri, orang yang beriman selalu berkata: 'kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan', setiap kali dia menyelesaikan suatu tugasnya. Apapun yang dipercayakan, selalu dipertanggungjawabkannya. Dia selalu merundukkan diri di hadapan Tuhan. Benarlah yang dinubuatkan Habakuk 'sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya' (2: 4).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus Kristus, kami boleh bersyukur kepadaMu atas iman kepercayaan yang Engkau tanamkan dalam diri kami. Semoga Engkau semakin menumbuhkan iman kepercayaan kami sehingga berkat dan pendampinganMu semakin kami rasakan. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'. Orang beriman adalah orang yang perkasa.

Kedua, 'TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?'. Orang beriman tidak takut menghadapi persoalan hidup sehari-hari.

Ketiga, 'kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan'. Orang beriman selalu rendah hati.

 

 

 


Oremus Inter Nos
Marilah kita saling mendoakan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta