Pesta Santo Lukas, Penulis Injil, 18 Oktober 2019

2 Tim 4: 10-17 + Mzm 145 + Luk 10: 1-9

 

 

Lectio

Pada suatu kali Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu".

 

Meditatio

Kiranya ada tiga pesan yang hendak disampaikan Yesus dalam perikop kali ini.

Pertama, para murid harus berani memohon kepada Bapa di surga, sang Empunya kehidupan. 'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Mengapa mereka harus minta? Karena memang tugas pewartaan telah diserahkan kepada para muridNya. Yesus tidak mau mencabut kembali sesuatu yang telah diberikanNya. Setiap orang malah harus berani meminta bantuan Tuhan Allah dalam karya pewartaan. Doa-doa permohonan menunjukkan adanya kebutuhan akan pertolongan Tuhan.

Kedua, murid-murid haruslah para pemberani menghadapi kenyataan hidup. 'Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'. Yesus amat menyadari betapa sulitnya karya pewartaan itu. Bukankah memang anak-anak terang berseberangan dengan anak-anak kegelapan? Karya pewartaan berhadapan dengan dunia, dunia ala Yohanes.  Keberanian diri dan kepercayaan akan Tuhan adalah modal utama di tengah-tengah serigala.

Ketiga, para murid harus hanya mengandalkan Tuhan Allah. 'Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu'.  Kehadiran Kerajaan Allah yang harus menjadi bahan utama pewartaan. Karena itu pesan damai yang harus disampaikan di awal karya pewartaan. Pewarta sabda adalah pembawa damai, dan bukan pembawa keributan.

 Santo Lukas adalah salah seorang yang amat menghayati permintaan Yesus, sang Guru. Lukas berpedoman, bahwa Kristus harus diwartakan, sebab Dialah Matahari sejati.  Kristus menjadi kebutuhan mendasar bagi setiap orang yang menikmati hidup. Tanpa Matahari, gelaplah dunia, dan tidak ada kehidupan.

 

Oratio

Ya Bapa di surga, kami bersyukur boleh mendengarkan sabdaMu. Engkau pun mengajak kami untuk berani berbagi kepada sesama segala yang kami nikmati.  Teguhkanlah kami untuk berani menjadi saluran berkat dan pewarta kabar sukacita bagi sesama, sebagaimana diteladankan santo Lukas.

Santo Lukas, doakanlah kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Setiap orang harus ikut bertanggunjawab dalam karya pastoral.

Kedua, 'pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala'. Pewarta sabda adalah seorang pemberani.

Ketiga, Kristuslah Matahari sejati.

 








Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010