Rabu Pekan BiasaXXVIII, 16 Oktober 2019

Rom 2: 1-11 + Mzm 62 + Luk 11: 42-46

 

 

Lectio

Ketika itu bersabdalah Yesus: 'celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar. Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya."  Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga." Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun".

 

Meditatio

Empat hal kecaman disampaikan Yesus kepada kaum Farisi. Pertama, 'celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan'. Mereka memilih hokum yang paling ringan, dan malah mengabaikan yang lain. Bukankah adil dan cinta kasih adalah sikap hidup? Itulah yang mereka abaikan, dan mencari yang murahan, yang mudah dilihat orang.

Kedua, 'celakalah kamu, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar'. Mereka begitu mudah tebar pesona dan mencari nama dalam pergaulan sehar-hari. Senang bila mendapatkannya, tetapi apakah sebatas itukah kepuasan hidup ini?

Ketiga, 'celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya'. Kemuniafikan mereka membuat banyak orang jatuh dalam dosa. Mereka itu tak ubahnya serigala berbulu domba.

Keempat, 'celakalah kamu, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun'. Menindas sesame adalah tindakan tidak terpuji.

Apa yang dikatakan Paulus: 'Tuhan Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman' (Rom 2: 7-8), juga pasti dikenakan kepada orang-orang, seperti kaum Farisi.

 

Oratio

Ya Yesus, kami ini mudah mencari kepuasan dan kehormatan diri. Ajarilah kami rendah hati dan semakin menjadi sesame bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'celakalah kamu, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat'. Orang banyak salah mengerti dengan pesan Yesus ini.

Kedua, 'Tuhan Allah akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman'. Semoga tidak terjadi pada diri kita.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010