Selasa Pekan Biasa XXVII. 8 Oktober 2019


Yun 3: 1-10 + Mzm 130 + Luk 10: 38-42

 

 

Lectio

Pada suatu kali ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

 

Meditatio

Kedua orang bersaudara Marta dan Maria adalah orang baik. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. Apakah Maria memang telah mengadakan discretion spirituum ketika hendak menyambut Yesus? Marta memandang kehadiran Tamu dalam rumahnya amatlah perlu mendapatkan perhatian dana pelayanan. Namun kiranya pengalaman Marta dan Maria menegaskan, bahwasannya dalam menyambut kehadiran Yesus cukuplah dengan menaruh perhatian kepadaNya, dan bukannya kesibukan diri. Yang menjadi saudara dan saudariNya, juga bukanlah mereka yang mengikatkan diri dalam persaudaraan insani (Mat 12), atau pun yang berbagi karunia penyembuhan dan pengusiran kuasa kegelapan (Mat 7), melainkan mereka yang menjalankan sabda dan kehendak Bapa di surga.

'Memilih bagian yang terbaik' mengandaikan seseorang berani meninggalkan yang lain, karena memang kita tidak bisa mengabdi dua tuan; terlebih kalau kita telah menemukan Mutiara indah dan harta terpendam. Keberanian memilih yang terbaik mendatangkan rahmat dan berkat; sebaliknya bertahan dalam kenyamanan akan membuat binasa. Orang-orang Niniwe telah membutktikannya (Yun 3).

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk selalu berani memilih yang terbaik dalam hidup ini. Maka kuasailah kami dengan terang Roh KudusMu, agar jernihlah hati dan budi kami. Amin.

 

Contemplatio

Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya. Mari kita belajar dari Maria. Kita harus berani meninggalkan yang lain.






Oremus Inter Nos, mari kita saling mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010