Selasa Pekan Biasa XXX, 29 Oktober 2019

Rom 8: 18-25 + Mzm 126 + Luk 13: 18-21

 

 

Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus kepada para muridNya: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?  Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya."  Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?  Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."

 

Meditatio

Dua perumpamaan  ini mempunyai pesan yang satu dan sama. Biji sesawi itu kecil, demikian juga ragi yang dicampurkan ke adonan juga kecil, amat sedikit. Namun bila dibiarkan tumbuh sebagaimana adanya akan membawa hasil yang amat berharga. 'Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus' (Rom 14:17). Terbiasakah kita memilih kebenaran, atau kita mengutamakan kepuasan diri, yang seringkali bertentangan dengan kebenaran? Ramah dan mudahkah kita melempar senyum dalam aneka pergaulan kita? Ini semua adalah soal kecil dan sederhana, tidak perlu dipelajari di sekolah-sekolah. Namun, bila kita selalu melakukan yang baik dan benar itu, pasti menghadirkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Semua itu akan membuat kita berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia (18).

Menghadirkan Kerajaan Allah memang tidak bisa matematis, tetapi di sini diperlukan ketekunan (8: 25), agar kita dapat menikmatiNya dengan penuh syukur.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, mampukan kami menjadi ragi bagi lingkungan sekitar kami, yang membawa kebaikan dan kebenaran yang akan semakin menghadirkan kerajaan Allah dalam sikap hidup sehari-hari. Amin

 

Contemplatio

Pertama, Kerajaan Allah seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya'.

Kedua, 'Kerajaan Allah seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya'.  Kecil itu indah.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010