Selasa Pekan BiasaXXVIII, 15 Oktober 2019

Rom 1: 16-25 + Mzm 19 + Luk 11: 37-41

 

 

Lectio

Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu".

 

Meditatio

Yesus yang mengetahui pikiran hati setiap orang, sengaja melakukan sesuatu guna membuka mata hati mereka. Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Yesus sengaja melakukan semuanya itu. Tentu bersungut-sungutlah mereka, terutama kaum Farisi yang amat kaku dalam penghayatan hokum Taurat. 'Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan', tegas Yesus mengawali pengajaranNya. Membasuh cawan dan pinggan seharusnya bagian dalam dan luarnya.

'Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu'. Yesus mengecam kemunafikan orang-orang Farisi, yang hanya melakukan aneka kegiatan hanya sebatas tebar-pesona guna mendapatkan pujian banyak orang. Mereka secara sengaja menelan rumah para janda dengan aneka doa yang berkepanjangan. Karena itu, mereka harus berani memberi sedekah, sebagai tanda pertobatan mereka, yang telah makan harta benda orang lain. Secara sengaja Yesus menekan pemberian sedekah, karena keserakahan dan kerakusan mereka. Kaum Farisi ini sepertinya lebih jahat dari seorang muda kaya, yang kecewa dengan permintaan Yesus.

Kemunafikan kaum Farisi bertentangan dengan iman kepercayaan. Sebab jika mereka menghayati iman, pasti mereka tidak akan bertindak dan bersikap munafik, dam menjauhkan diri dari keserakahan dan kerakusan. Tepatlah apa yang dikatakan Paulus dalam suratnya, bahwa orang benar akan hidup oleh imannya (Rom 1: 17).

 

Lectio

Yesus Kristus, kami ini sering melakukan aneka kegiatan hanya ingin mendapatkan pujian dari orang-orang yang ada di sekitar kami. Sadarkan kami. Ingatkan kami, agar kami pada akhirnya berani melakukan segala sesuatu dengan ketulusan hati.

Santa Teresa Yesus, doakanlah kami. Amin.

 

Lectio

Pertama, 'hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu'. Pengudusan diri amatlah penting dalam mengejar kesempurnaan hidup.

Kedua, orang benar akan hidup oleh imannya. Sebab memang dia akan dibimbing selalu oleh Tuhan Allah. 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010