Hari Minggu Biasa XXXI, 3 November 2019


Keb 11: 22-28 + 2Tes 1: 11-17 + Luk 19: 1-10

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

 

Meditatio

Mengapa Zakheus ingin melihat rupa  Yesus? Apa yang menggelitik hati Zakheus, sehingga ia begitu berkeinginan melihat wajah Yesus? Badannya yang pendek, banyak orang yang menyambut Yesus tidak menjadi halangan baginya. Dia malahan menjadi orang yang bebas melihat Yesus dengan memanjat pohon ara. Padahal dia itu termasuk kaum pendosa, sebab dia seorang pemungut cukai, pencekik masyarakat.

Sebaliknya Yesus, Orang yang suci, seorang Guru, Orang terhormat,  malah mau menemuinya di rumahnya. 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'. Padahal  banyak orang dengan menggerutu mengingatkan itu rumah orang berdosa.

Ternyata dan sepertinya, Yesus melakukan semuanya itu guna menjawab keinginan dan kerinduan Zakheus yang ingin melihat wajahNya. Kerinduan Zakheus mendapatkan jawaban. Kerinduan setiap orang akan Allah selalu mendapatkan perhatian daripadaNya.

Namun yang jelas, Yesus ingin menumpang di rumah Zakheus, karena 'Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'. Bukankah memang Allah menghendaki semua orang beroleh selamat? Keselamatan bukan milik segelintir orang, yang merasa terpilih, melainkan semua orang, anak-anak Abraham. Kitab Kebijaksanaan merenungkan sikap Yesus dengan berkata: 'seperti sebutir debu dalam neraca, demikian seluruh jagat raya di hadapan-Mu, atau bagaikan setetes embun pagi yang jatuh ke bumi. Akan tetapi justru karena Engkau berkuasa akan segala sesuatu, maka semua orang Kaukasihani, dan dosa manusia tidak Kauperhatikan, supaya mereka bertobat. Sebab Engkau mengasihi segala yang ada, dan Engkau tidak benci kepada barang apapun yang telah Kaubuat'.

 

Oratio

Ya Yesus, kami pun mempunyai kerinduan untuk selalu dekat dan bersatu denganMu, dengarkanlah seruan hati kami, supaya kamipun diperkenankan menikmati keselamatan seperti Zakheus mengalaminya. Ya Yesus dengarkanlah kami. Amin

 

Contemplatio

Pertama, 'Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu'. Yesus menjawabi kerinduan setiap orang.

Kedua, 'Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang'. Allah menghendaki semua orang selamat.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010