Hari Minggu Biasa XXXII, 10 November 2018

Mak 7: 9-14 + 2Tes 16-20 + Luk 20: 27.34-38

 

 

Lectio

Pada suatu hari datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Kepada mereka, Yesus berkata: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."

 

Meditatio

Kebangkitan menyatukan kedua kitab hari ini, Injil dan Makabe. Siapakah dari ketujuh laki-laki yang akan menjadi suami perempuan ini, sebab ketujuh-tujuhnya telah menikah dengannya? Sedangkan Makabe menceritakan ketujuh bersaudara yang tidak takut akan penderitaan dan kematian, karena memang mereka yakin akan adanya kebangkitan.

Kebangkitan menyatukan, tetapi bagaimana menceritakannya amatlah sulit. Kiranya yang menjadi pemahaman kita adalah, bahwasannya hidup sekarang ini tidaklah sama persis dengan pasca kebangkitan. Namun kehidupan sekarang ini dapat mempunyai cita-cita yang indah akan kebangkitan, bila memang dalam perjalanan sekarang ini, kita mengamini sabda dan kehendak Tuhan yang selalu menyapa kita. Kita dengarkan sabdaNya. Kita rayakan juga dalan sakramen-sakramennya. Sebab sebagaimana sabda Yesus sendiri, bahwasanyya orang-orang yang melakukan sabda Bapa yang mengutusNya akan menjadi saudara dan saudariNya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, semoga kami semakin merindukan kebangkitan badan dan jiwa kami, sehingga semuanya ini akan menyemangati kami dalam menghadapi aneka tantangan kehidupan ini. Bantulah kami juga dalam mengamini sabda dan kehendakMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

'Allah kita bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup'.

 

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010