Jumat Pekan Biasa XXXI, 8 November 2018

Rom 15: 14-21 + Mzm 98 + Luk 16: 1-8

 

 

Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang".

 

Meditatio

Apakah dengan perumpamaan itu Yesus mengajari kita agar berstindak tidak jujur? Bukankah Yesus memuji dia?

Perumpamaan diberikan hanya untuk pesan tertentu, sebagaimana diinginkan pemberinya. Karena itu, perumpamaan janganlah diulas. Yesus hanya menghendaki agar kita bertindak bijak dan ulet dalam hidup ini, termasuk dalam mengejar keselamatan. Kiranya kecerdikan kita sebagai anak-anak dunia tetap berlaku kalau kita ini telah menjadi anak-anak terang.  Berbangga akan segala anygerah Kristus, sebagaimana dikatakan Paulus (Rom 15) tidaklah berarri kita berpangku tangan. Sebaliknya agar keselamatan itu semakin kita rasakan, sehingga menjadi berkat sekarang dan di sini dan untuk selama-lamanya.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, ajarilah kami bertindak bijak dalam hidup sehari-hari. Berani memilih yang terbaik, terlebih kami ini telah mendapatkan Mutiara indah, yakni Engkau sendiri. Amin.

 

Contemplatio

'Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang', terlebih kalau menjadi anak-anak terang.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010