Kamis Pekan Biasa XXXI, 7 November 2018

Rom 14: 7-12 + Mzm 27 + Luk 15: 1-10

 

 

Lectio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."  Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:  "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?  Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

 

Meditatio

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.  Mereka adalah kaum yang harus menjauhi masyarakat. Namun justru mereka malah datang kepada Yesus mendengarkan pengajaranNya, dan Yesus pun membiarkan mereka datang. Seorang Guru bergaul dengan kaum pendosa. Inilah yang sulit mereka mengerti.  'Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka'. Bukankah orang baik harus bergaul dengan orang baik? Tidakkah seorang Mesias datang untuk mencari orang-orang yang layak diselamatkan?  

Menanggapi komentar mereka, Yesus membuat narasi tentang seorang gembala yang kehilangan seeekor anak dombanya. Dia mencari dan mencarinya. Betapa sukacita hatinya ketika anak domba itu ditemukannnya. Perumpamaan ini amat jelas, Yesus datang ke dunia untuk berbagi keselamatan. Keselamatan itu tidak diperuntukkan bagi sekelompok orang, tetapi untuk seluruh umat manusia. Allah menghendaki semua orang selamat, dan tak seorang pun binasa. Kepada mereka yang telah jatuh dalam dosa pun diwartakan sabda sukacita. Mereka diminta untuk berani bertobat dan bertobat, kembali kepada Tuhan Allah sang Empunya kehidupan, sebagai pertanggunganjawab hidup sebagaimana dilansir oleh Paulus dalam suratnya kepada umat di Roma (bab 14)

'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'. Penyataan ini, bukannya meremehkan orang-orang benar dan lurus hidupnya, melainkan puji bahagia atas kembali kaum pendosa menikmati keselamatan. Yesus amat posesif akan umatNya. Kita pun harus berani bergembira bila rahmat pertobatan dinikmati oleh banyak orang.   

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kasihMu yang begitu besar kepada kami, Engkau tidak pernah membiarkan kami lepas atau binasa, Engkau selalu mencari dan memanggil kami untuk kembali kepadaMu, sebesar apapun dosa kami Engkau hapuskan. Semoga hati dan budi kami tanggap akan panggilanMu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Aku berkata kepadamu: akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan'. Pertobatan menyenangkan hati Allah.

Kedua, pertobatan adalah wujud pertanggunganjawab kita.

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010