Kamis Pekan Biasa XXXIII, 21 November 2019

Mak 2: 15-28 + Mzm 50 + Luk 19: 41-44

 

 

Lectio

Dalam perjalananNya menujuYerusalem dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kataNya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

 

Meditatio

'Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!'. Ratapan Yesus terhadap Yerusalem. Yesus meratapi Yerusalem, karena damai sejahtera itu telah tersembunyi mereka.  Sebab memang Anak Manusia telah datang dan ada di tengah-tengah umatNya, tetapi mereka semua tidak mau merasakan kehadiranNya. Allah ada di tengah-tengah umatNya, tetapi mereka orang-orang yang dikasihiNya, membiarkanNya.  Damai dan sukacita hanya dapat dinikmati oleh mereka yang mau merasakan kehadiranNya.

'Akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau".  Yesus menubuatkan kehancuran Yerusalem, sama seperti ketika mereka tidak mau mendengarkan nubuat Yeremia (Yer 8: 18-22). Banyak orang terbuka matanya sebatas keindahan dunia, tetapi buta akan Kerajaan yang sesungguhnya.

Tidak adakah seorang pun dalam kota itu yang ingat akan Tuhan, sebagaimana pernah ditawar Abraham dalam peristiwa Lot, saudaranya? 'Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda, namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami' (1Mak 2:19-20). Keteguhan hati Matatias tidak dimiliki oleh orang-orang Yerusalem.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, tolonglah kami agar tidak terjerat dalam kekuasaan duniawi yang akan menghancurkan kami. Tetapi sebaliknya, lewat sabdaMu, kami semakin mengerti dan melakukan kehendakMu yang membawa kami pada keselamatan kekal. Amin

 

Contemplatio

'Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu'.  Janganlah sampai disampaikan Yesus kepada kita.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta