Minggu Pekan Biasa XXXIII, 17 November 2019

 

Mal 4: 1-2 + 2Tes 3: 7-12 + Luk 21: 10-19

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus berkata kepada para muridNya: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

 

Meditatio

'Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit'. Inilah penegasan Yesus yang disampaikan kepada para muridNya tentang kedatanagn Anak Manusia kedua kalinya nanti. Itulah hari Tuhan sebagaimana dikatakan oleh Malaiaki (4: 1-2). Kapan itu terjadi? Tidak ada orang yang mengetahuinya memang. Kehancuran alam semesta. Mengapa semuanya itu harus terjadi?

'Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku'. Betapa sengsara dan sakitnya mengikuti Yesus. Apakah semua itu akan dialami oleh setiap murid? Benar. Namun bentuknya sepertinya berbeda satu dengan lainnya. Bukankah memang mengikuti Yesus al Masih harus berani memanggul salib dan menyangkal diri? Bukankah Yesus juga pernah menyatakan bahwa Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya?

'Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Malah akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi', tegas Yesus menguatkan para murid, dan kita semua. Apalah artinya mengikuti sang Mesias, kalau seseorang tidak siap melakukan segala yang dikerjakanNya. 'Teguhkan hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu'. Yesus tidak mau membiarkan para muridNya sendirian.

'Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'. Yesus tetap mengingatkan mereka. Ada halangan dalam kehidupan ini. Ada anugerah daripadaNya. Namun kesetiaanlah yang kiranya menjembati kenyataan hidup ini.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, berat kali mengikuti Engkau. Kami harus memanggul salib. Kami harus mengalami aneka tantangan dan rintangan hidup. Kiranya Engkau meneguhkan kami, agar kami kedapatan setia sampai akhir hidup. Sebah hanya dengan setia kepadaMu, kami beroleh keselamatan. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'semua itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi'. Iman dan perbuatan memang harus selaras.

Kedua, 'teguhkan hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu'. Yesus tidak mau membiarkan para muridNya sendirian.

Ketiga, 'kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu'. Kesetiaan menyalamatkan.

 

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta