Senin Pekan Biasa XXXII, 11 November 2018

Keb 1: 9-14 + Mzm 139 + Luk 17: 1-6

 

 

Lectio

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

 

Meditatio

 'Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini'. Penegasan Yesus ini mengingatkan betapa jahatnya seseorang yang menjauhkan orang lain, sesamanya, dari kebenaran, dan bahkan orang lain dibuatnya jatuh dalam dosa.  Dia bukan orang bijak (Keb 1: 1-7), sebab dia tidak sayang akan sesamanya. Inilah penyesatan yang dimaksudkan Yesus. Menyesatkan orang lain adalah dosa besar, sebab dia mencari kepuasan diri dan membuat orang lain sengsara. Yesus meminta sungguh, agar kita tidak menyesatkan orang lain. 'Jagalah dirimu!'.

'Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia', tegas Yesus. Termasuk mereka yang menyesatkan sesama. Namun, 'jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia'. Bukankah Yesus telah terlebih dahulu memberikan pengampunan kepada kita? Tanpa memperhitungkan segala dosa dan kesalahan kita, Dia telah memberi rahmat penebusan yang menyelamatkan kepada seluruh umatNya.

'Tambahkanlah iman kami!', komentar para murid. Mengapa mereka memintanya. Apakah mereka merasa tidak mampu mengampuni sesamanya? Apakah mereka juga tidak berani menegur sesamanya yang jatuh dalam dosa? Jawab Tuhan: 'kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu'. Yesus malah mengingatkan akan kekuatan iman dalam menghadapi kenyataan hidup ini. Namun apakah Yesus meneguhkan dan menguatkan iman para murid? Pasti! Karena Tuhan Bapa di surge menghendaki semua orang beroleh selamat.

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, seringkali kami ini merasa diri benar, malah tidak mau mengakui kebenaran yang lebih tinggi dan seenakanya menyalahkan orang lain. Karena itu, ampunilah dosa kami dan sadarkan kami untuk berani mengakui kebenaran yang lebih tinggi dan membawa sukacita bagi banyak orang. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia'. Mengingatkan sesame berarti menyelamatkan mereka.

Kedua, 'jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: aku menyesal, engkau harus mengampuni dia'. Ampunilah sampai tujuhpuluh kali tujuh kali.

Ketiga, 'tambahkanlah iman kami!'. Iman membuat hidup semakin hidup.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Hari Raya Pentakosta

Selasa XXX, 26 Oktober 2010