Hari Raya Natal, 25 Desember 2019

Yes 62: 11-12 + Tit 3: 4-7 + Luk 2: 15-20

 

 

Lectio

Saat itu setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

Meditatio

'Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud, dan inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan'. Inilah bertia yang diterima para gembala. Berita yang contradictio interminis, berita yang mengejutkan, kalimat yang saling bertolak belakang. Keagungan yang ditampakkan dalam kesederhanaan. Kristus Tuhan tampak pada Bayi kecil di palungan.

'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita'. Seru mereka yang ingin melihat langsung apa yang dikatakan Tuhan kepada mereka. Mereka ingin membuktikan, bahwa Kristus Tuhan tampak dalam Bayi kecil di palungan sungguh hadir ditengah-tengah umatNya. Mereka bukannya meminta bukti sebagaimana dilakukan Zakharia, sebaliknya mereka memenuhi undangan malaikat. 'Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan'. Malaikat meminta mereka untuk menjumpaiNya. Mereka pergi dan melihatNya, dan semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Apakah kita juga harus dan perlu ke Betlehem untuk melihat apa yang pernah terjadi di sana? Tidak. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya. Sebab bukankah kelahiran sang Bayi adalah penyataan diri Allah? Bukankah karena penyataanNya itu, kita semua beroleh keselamatan? Itulah yang dikatakan Paulus: 'ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita' (Tit 3: 4-5). Merayakan Natal bearti merayakan penyataan Allah yang menyelamatkan umatNya.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas kelahiranMu yang menyelamatkan itu. Semoga Engkau menjadikan diri kami sebagai tempat kelahiranMu yang menyelamatkan kami. Amin.

 

Contemplatio

'Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta