Hari Raya Natal, 25 Desember 2019

Yes 52: 7-10 + Ibr 1: 1-6 + Yoh 1: 1-5.9-14

 

 

Lectio

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

 

Meditatio

'Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah'. Kiranya kita dapat mengenal Allah hanya melalui FirmanNya. 'Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan'. Melalui FirmanNya, Dia menjadikan segala sesuatu. Kitab Kejadian menyatakan semuanya itu. Dengan sabdaNya Dia menciptakan segala sesuatu.

'Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita'. Dia dilahirkan oleh seorang perawan, yakni Maria, dan bukan dijadikan. Melalui Dialah kita akhirnya dapat mendengarkan suaraNya yang berkata-kata kepada kita. Kalau, 'pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya' (Ibr 1: 1-2).

Pesta Natal mengingatkan kita, bahwa kita telah melihat kehadiranNya yang mulia; bukan dalam gemerlapan dunia, melainkan dalam kesederhanaan. 'Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran'.

 

Oratio

Ya Yesus, Engkau menjadi manusia sama seperti kami, karena memang Engkau mengasihi kami. Engkaulah Sabda mulia yang menjadikan segala sesuatu. Hanya dalam Engkau, segalanya tercipta. Semoga kami semakin setia mendengarkan sabdaMu yang menyelamatkan itu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah'. Kiranya kita dapat mengenal Allah hanya melalui FirmanNya.

Kedua, 'segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan'. Karena Dialah Allah.

Ketiga, 'Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita'. Dia merasakan betapa lemahnya kita.

 

 

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta