Hari Raya Santa Maria dikandung tanpa noda, 9 Desember 2019

Kej 3: 9-15 + Ef 1: 3-6 + Luk 1: 26-38

 

 

Lectio

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

Meditatio

'Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya'. Inilah iman kepercayaan Paulus. Paulus yakin kita adalah orang-orang pilihanNya. Allan telah menentukan kita menjadi orang-orang yang tak bercacat, kudus dan layak bagiNya. Kita dijadikan anak-anak Allah.

Apakah ini takdir? Tidak ada takdir dalam iman kepercayaan kepada Kristus Tuhan. Sebab ternyata, kalaupun kita telah dipilihNya, kita tetap mampu berbuat dosa dan melawan Dia. Keinginan daging amatlah kuat dalam diri kita. Katerpilihan diri sebagai umatNya, Allah tetap kembali mengundang dan mengundang setiap orang untuk kembali pada maksud Allah, yakni agar semua orang beroleh selamat dan menjadi anak-anak Allah.

'Di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya'. Kata-kata Paulus inilah yang mendasari iman kepercayaan Gereja, bahwasannya Maria dikandung tanpa noda, tak bercacat. Keunggulan Maria adalah dia mampu menjaga anugerah Tuhan itu selama hidupnya. Bahkan ketika Tuhan menyapa dirinya, dia menjawab dengan berani aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku, menurut perkataanMu.

Sungguh hebat Maria, ibu Yesus ini. Gereja kagum terhadap Maria. Gereja mengajarkan, agar kita umat Allah berani setia akan panggilan Tuhan yang semenjak semula sudah kita terima. Sebagaimana Maria dikandung tanpa dosa, demikian kita pun telah dikondiskan Allah menjadi orang kudus dan tak bercacat, anak-anak Allah. Ajaran Maria dikandung tanpa dosa mengingatkan semuanya ini.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, semenjak semula Engkau menghendaki kami beroleh keselamatan. Kami telah Engkau ciptakan sesuai dengan gambarMu. Semoga kami semakin berani menikmati segala karuniaMu itu, dan merawatnya sampi akhir hidup kami. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya'. Kehendak Allah semenjak semula.

Kedua, 'aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku, menurut perkataanMu'. Hendaknya kita menjaga karunia terindah Allah sebagaimana dilakukan Maria.






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta