Kamis Pekan Adven III, 19 Desember 2019

Hak 13: 2-7 + Mzm 71 + Luk 1: 5-25

 

 

Lectio

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."

Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

 

Meditatio

Lain Yusuf lain Zakaharia. Semakin tinggi jabatan seseorang seharusnya dia semakin mampu menghayati imannya. Tidaklah demikian dengan Zaharia. 'Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya'. Kata-kata inilah yang diucapkan Zakharia, seorang ima bait Allah. Kata-kata diucapkan menanggapi berita sukacita yang dibawa Malaikat: 'jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu'. Zakharia sendiri memohon dan memohon supaya mendapatkan keturunan, dan kini dikabulkan permohonannya itu, malahan meminta tanda dan bukti agar tahu. bahwa yang disampaikan malaikat itu benar adanya. Kemampuan Zakharia ternyata jauh dibawa kemampuan seorang muda, Yusuf dalam menaggapi panggilan Tuhan.

'Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya'. Jawaban malaikat kepada Zakharia yang memberikan tanda. Tanda daripadaNya bias beraupa hadiah ataupun hukuman.

Kehadiran sang ilaahi hanya bias ditanggapi dengan iman, dan bukannya rasionalisasi diri, sebagaimana dikatakan oleh Zakharia. Pesta Natal nanti juga merupakan perisitiwa iman. Natal akan sungguh-sungguh berbicaa, kalua kita merayakannya dengan semangat iman. Aku menyambut kehadiranMU ya Yesus. Kat-kata inilah yang harus terucapkan dari seseorang yang merayakan pesta Natal. Aku menyambutMu,  dan aku rindu juga akan kehadiranMu kembali nanti yang akan membawa magkota keselamatan bagi kami.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu atas iman yang indah dan mengagumkan, yang Engkau taburkan dalam diri setiap orang. Semoga kami semakin berani menikmatinya, dan menjadikkannya andalan hidup kami, terlebih dalam menghadapi aneka problema kehidupan kami.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'jangan takut, sebab doamu telah dikabulkan'. SabdaMu inilah yang menjadi kesukaan hati kami.

Kedua,  'sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya'. Ampunilah dosa-dosa kami.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)