Pesta Kanak-kanak Suci, Martir, 28 Desember 2019

1Yoh 1: 5-10 + Mzm 124 + Mat 2: 13-18

 

 

Lectio

Pada waktu itu setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."

 

Meditatio

'Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia'. Inilah perintah dari malaikat kepada Yusuf; dan benar Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. Pada saat itu memang Herodes menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah. Herodes merasa diperdaya, padahal mereka tidak bermaksud apa-apa. Dilatarbelakangi motif politik, yang tidak mau terganggu posisinya sebagai raja, Herodes tidak mau tersaingi oleh adanya Raja Yahudi yang baru lahir itu. Jauh lebih baik, segala aral melintang, yang menghalangi langgengnya kuasa, dihilangkan terlebih dahulu. Semua anak sekitar dua tahun umurnya harus dibinasakan, karena memang Herodes tidak tahu di mana Raja Yahudi itu dilahirkan.

Kesucian dan ketidakbersalahan anak-anak kecil tidak membebaskan mereka dari aneka cengkeraman kekuasaan yang jahat. Sebaliknya segala yang mereka miliki ini menjadi modal mendapatkan mahkota kamartiran.

Mungkinkah anak-anak tidak menjadi kurban kezaliman? Bisa saja. Kejahatan manusia itu sendiri yang mengkondisikan mereka saling membunuh dan membuat hilangnya rasa kemanusiaan. Tuhan Allah sebaliknya menganugerahi mereka yang lemah dan berdaya dengan anugerah mulia, termasuk mereka anak-anak yang kita rayakan hari ini. Mereka menerima mahkota mulia hanya semata-mata karena belaskasih Allah.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, anak-anak kami yang tidak tahu bersalah dan belum banyak menikmati keindahan dunia ini telah mendapatkan perlawanan hidup. Namun Engkau memberi mahkota mulia kepada mereka. Semoga dengan peristiwa ini, kami semakin berani menjunjung tinggi nilai-nilai kehidupan. Amin.

 

Contemplatio

'Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia'. Peristiwa pahit menjadikan mereka, anak-anak kecil menerima mahkota mulia.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017