Sabtu Pekan Adven III, 21 Desember 2019

Kid 2: 8-14 + Mzm 33 + Luk 1: 39-45

 

 

Lectio

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."

 

Meditatio

Pesta Natal mengingatkan kita sudah lahirkan Yesus dalam diri kita atau kita ijinkankah diri kita menjadi tempat kediaman Tuhan Yesus. Hendaknya kita tidak mudah secara emosional menjawab ya sudah. Mengapa? Karena sudah atau belumnya diri kita menjadi tempat tinggal Yesus sang al Masih perlu ditampakkan dalam keseharian hidup. Bukan dipamerkan, melainkan tampak konkrit dalam keseharian diri.

'Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Kata-kata Elizabet terlontar, karena memang dia melihat kehadiran Yesus Kristus dalam diri Maria. Maria menyatakan diri sebagai tempat kehadiran Yesus Tuhan. Ia nyatakan bukan dengan kata-kata, melainkan kehadiran. Kehadiran Maria membawa sukacita secara penuh. Elizabet tidak berbasa-basi memandang dan berkata-kata kepada Maria. Elizabet benar melihat Yesus Tuhan rtinggal dalam diri Maria.

Dengan mata hatinya Elizabet memandang Maria. Dia tahu siapakah Maria. 'Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit. Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi' (Kid 2). Kata-kata seperti inilah yang diungkapkan Elizabet yang melihat sendiri kehadiran yang dirindukan oleh banyak orang, yakni Kristus Tuhan.

Elizabet juga yakin, bahwa semua oranag dapat menikmati kehadiran Tuhan secara istimewa dalam diri setiapa orang, bila dia percaya dan mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Sungguh, kata Eliabet, 'berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bangga menjadi murid-muridMu. Engkau juga mendampingi kami dalam setiap karya dan tindakan kami. Semoga kami pun semakin berani menampakkan kehadiranMu dalam diri kami, dalam pergaulan kami sehari-hari untuk selalu membawa sukacita dan damai. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan'. Elizabet melihat sungguh kehadiran Tuhan dalam diri Maria.

Kedua, 'berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Iman kepercayaan membuat Allah hadir dalam diri kita.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)