Selasa Pekan Adven II, 10 Desember 2019

Yes 40: 1-10 + Mzm 96 + Mat 18: 12-14

 

 

Lectio

Dalam pengajaranNya, Yesus berkata: 'bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'.

 

Meditatio

Tak ada orang yang mau kehilangan sesuatu yang dimiliki. Apalagi tentunya, kalau yang dimiliki itu berharga dan berdayaguna. 'Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?', tegas Yesus dalam pengajaranNya. Demikianlah Allah akan selalu mencari dan mencari orang-orang yang dikasihiNya. 'Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'. Bukankah kita memang terciptakan sesuai dengan gambarNya? Bukankah dalam surat Paulus kemarin juga diingatkan, bahwa 'di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya'. Tidak ada yang mampu menggantikan kemauan Allah.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau tidak menghendaki kami hilang dan binasa. Maka kami mohon, ajarilah kami untuk selalu mendengarkan suaraMu, agar langkah kami tidak lari ke mana-mana, agar kami kedapatan setia selalu. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang'. Allah mencintai kita umatNya.

Kedua, 'di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya'. Tidak ada yang mampu menggantikan kemauan Allah.

 






Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta