Senin Oktaf Natal, 30 Desember 2019

1Yoh 2: 12-17 + Mzm 96 + Luk 2: 36-40

 

 

Lectio

Pada waktu Yesus dipersembahkan di kenisah datang juga Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu ia mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

 

Meditatio

Banyak nabi yang bernubuat tentang Yesus. KehadiranNya benar-benar dinantikan banyak orang, karena memang Dialah sang Penyelemat. Dia membawa kelepasan bagi banyak orang. Secara istimewa Yohanes menyebut sebagian orang telah menikmatinya (1Yoh 2:12-15), karena memang mereka mengamini sabda dan kehendakNya. Namun begitu Yesus tumbuh dan berkembang sebagaimana orang pada umumnya. Dia makan dan minum. Dia bekerja dalam bimbingan Yusuf. Dia bergaul dengan semua orang, terutama malahan bersama dengan mereka yang terpinggirkan. Pilihan hidupNya itulah yang membuat banyak orang membenciNya juga. Dia tumbuh di Nazaret bersama dan dalam keluarga. Yesus pun dalam pendampingan kedua orangtuaNya, taat mengikuti segala aturan hidup keagamaan. Semua menegaskan bahwa misteri inkarnasi terjadi dalam sejarah manusia dan mengikuti aliran peristiwa demi peristiwa kehidupan.

Peristiwa Natal mengingatkan kita semua, bahwa segala yang baik dan menjadi kemauan Allah tetap mengikuti pergerakan waktu

 

Oratio

Ya Tuhan Yesus, Engkau menjadi manusia seperti kami. Semoga kehadiranMu di tengah-tengah kami menjadi dambaan kami semua. Semoga karyaMu juga menjadi teladan kami dalam menghadapi aneka persoalan kehidupan. Amin.

 

Contemplatio

Yusuf, Maria dan Yusuf kembali ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta