Senin Pekan Adven IV, 23 Desember 2019

Mal 3: 1-4 + Mzm 25 + Luk 1: 57-66

 

 

Lectio

Pada waktu itu genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

 

Meditatio

Walau ada ketidakpercayaan kali lalu, tetapi Zakharia tetap setia pada janjinya. Zakharia tetap setia, karena tanda bukti yang telah diberikan Tuhan kepadanya. Elizabet pun tetap setia pada karunia Tuhan yang diterimanya. 'Namanya adalah Yohanes', seru kedua orangtua ini. Zakaharia dan Elizabet tetap pada kehendak Tuhan, karena mereka yakin anak yang mereka terima benar-benar karunia daripadaNya. Karunia Tuhan menantang setiap orang untuk tetap setia padaNya. Pengalaman Zakharia dan Elizabrt menagajak kita untuk selalu berpegang setia pada anugerahNya, walau harus berseberangan dengan banyak orang.

Tentuya kita ingat akan Kapernaum, Betazida yang pernah dikecam habis-habisan oleh Yesus. Mereka banyak mendapatkan berkatNya, tetapi tidak mau kembali kepada Tuhan. Kesetiaan menunut adanya peruabahan hidup.

Pesta Natal adalah ucapan syukur kepada Tuhan atas kehadiran Tuhan dalam diri umatNya. Pesta Natal meminta setiap orang tetap setia memberikan tempat yang nyaman kepada Yesus di tengah-tengah keluarga.

 

Oratio

Ya Yesus, kehadiranMu di tengah-tengah kami adalah anugerah terindah bagi seluruh umat manusia. Engkau tidak hanya hadir di tengah-tengah kami, malah Engkau menjadi tebusan bagi umat manusia. Semoga kami berani menikmatinya dengan penuh syukur, sebab Engkau Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

 

Contemplatio

'Namanya adalah Yohanes'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)