Jumat Pekan Biasa I, 17 Januari 2020

1Sam 8: 4-7 + Mzm 89 + Mrk 2: 1-12

 

 

Lectio

Suatu hari sewaktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

 

Meditatio

'Ketahuilah, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa', tegas Yesus. Penegasan Yesus adalah penyataan, bahwa diriNya adalah Allah, sebagaimana dikatakan oleh para ahli Taurat sendiri, bahwa yang dapat mengampuni dosa hanyalah Allah. Perlawanan mereka, para ahli Taurat, dimanfaatkan Yesus untuk membuka misteri yang dibawakanNya. Yesus tidak berkata-kata Aku dapat mengampuni dosa manusia. Yesus menyatakan diri dalam karya dan perbuatanNya.

'Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?', umpan Yesus kepada mereka semua yang mendengarkanNya. Sebab bagi Yesus, semuanya itu mudah dikerjakanNya. Dia adalah Allah. Bagi kita manusia, dan itu pun bagi mereka yang mendapatkan karuniaNya, hanya mampu menyalurkan karunia penyembuhan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita.

Kalau kita sudah mengetahui Yesus adalah Allah, masihkah kita berani menoleh ke kanan ke kiri? Atau kita enggan mengaminiNya. Penolakan kemauan Allah tak ubahnya penolakan terhadap Allah sendirti. Itulah yang diceritakan Samuel dalam kitab petama hari ini.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkalau Allah yang sungguh nyata hadir di tengah-tengah hidup kami. Engkau menyatakan diri dalam keseharian hidup kami. Semoga kami semakin hari semakin percaya dan berserah kepadaMu, baik dalam suka atau pun duka. Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'ketahuilah, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Yesus menegaskan diriNya.

Kedua, 'manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?'. Mana yang kita harapkan pengampunan atau penyembuhan?

 

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017