Jumat Pekan Biasa III, 31 Januari 2020

2Sam 11: 1-4 + Mzm 51 + Mrk 4: 26-34

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus mengajar di tepi danau, kataNya: 'beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

 

Meditatio

Dua perumpamaan di atas memang amat sedrhana, tapi semuanya menjadi karya Tuhan sendiri bagi umatNya. Pertama, Kerajaan Allah akan terasa dalam hidup kita hanya dalam proses kehidupan. Kita tidak dapat megamaati seperti tumbuhnya tanaman, tetapi kita harus setia menikmati dalam segala peristiwa keseharian hidup. Kedua, Kerajaan Allah juga bukan hadir dlam peristiwa-peristiwa yang mentakjubkan dan menggegerkan, melainkan dalam persitiwa keseharian yang sederhana. Peristiwa demi peristiwa mendewasakan setiap orang dalam menikmati kasih Allah.

Misteri kehadiran Kerajaan memang disampaikan dalam perumpamaan.  Mengapa? Allah sengaja menyampaikan demikian, agar setiap orang mau dan berani merenungkan dan mengkontemplasikan sabda dalam keseharian hidup. Sabda Allah adalah sabda kehidupan. Sabda Allah hanya dapat dinikmati dalam dinamika hidup sehari-hari. Sabda Allah, bukanlah pengetahuan dan wacana hidup. Sabda Allah pedoman kehidupan. Sabda Allah adalah kehidupan yang sesuai dengan kehendakNya. Kepada para murid disampaikan secara istimewa, karena kemauan mereka  mengikuti Kristus secara lebih akrab, dan sekaligus bekal bagi mereka untuk mewartakan karya keselamatan itu kepada sesama manusia.

 

Oratio

Yesus Kristus, Engkau berkata-kata kepada kami seringkali dalam peristiwa kehidupan kami. Engkau tidak berteriak-teriak kepada kami. Engkau tidak menindas kami. Namun Engkau malah lembut dan murah hati kepada kami. Kasihanilah kami selalu. Amin.

 

Contemplatio

'Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar'.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017