Kamis Pekan Biasa I, 16 Januari 2020

1Sam 4: 1-11 + Mzm 44 + Mrk 1: 40-45

 

 

Lectio

Suatu hari seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

Meditatio

Aneka permohonan yang disertai kerendahan hati seringkali mendapatkan balasan dari Tuhan. 'Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku'. Kata-kata orang sakit kusta ini ternyata mengundang belaskasih Allah. Sebab setelah mendengar permintaan orang kusta itu, segera tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan sembuhlah dia. Doa yang benar selalu mengundang belaskasih Allah.

'Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka', pinta Yesus kepada orang kusta itu. Yesus meminta orng itu menunjukkan kewajiban diri sebagai anggota komunitas religious. Yesus tidak meminta sesuatu yang lebih. Yesus hanya menyatakan kewajiban seseorang setelah mendapatkan sesuatu yang indah dalam hidupnya. Dalam hidup bersama, kiranya kewajiban dasar sebagai anggota komunitas amatlah perlu mendapatkan perhatian.

Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Apakah orang yang tadinya kusta ini melakukan kesalahan fatal? Minimal keingian kita manusia memang seringkali tidak selaras, bahkan berbeda dengan kehendak Tuhan, sang Pengasih.

 

Oratio

Ya Yesus, Engkau penuh belaskasih kepada semua orang, terlebih kepada mereka yang berseru-seru kepadaMu. Ajarilah dan ingatkan kami, agar selalu berseru-seru kepadaMu dalam setiap peristiwa hidup kami. Amin

 

Contemplatio

'Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka'. Permintaan mendasar Yesus kepada kita.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Hari Raya Pentakosta