Kamis Pekan Natal 1, 2 Januari 2020

1Yoh 2: 22-28 + Mzm 98 + Yoh 1: 19-28

 

 

Lectio

Inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak." Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

 

Meditatio

Aku bukanlah Mesias, Elia, ataupun Nabi yang akan datang. Itulah kata-kata jawaban Yohanes ketika banyak orang bertanya-tanya tentang dirinya. 'Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya', tegas Yohanes menjawab mereka. Sejauh initulah tugas yang disadari Yohanes Pembaptis. Dia meminta setiap orang untuk meluruskan jalan hidupnya bagi Tuhan Allah. Itulah pertobatan bagi setiap orang. Jalan hidup yang lurus adalah sesuai dengan kehendak Tuhan.

'Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak'. Pengakuan Yoahanes akan Dia yang akan dating. Dia benar-benar luhur dan mulia, sampai membuka tali sandalNya pun, Yohanes merasa tidak layak dan pantas. Kehadiran Anak Manusia, yakni Mesias, Nabi yang dinanti-nantikan, sungguh hebat dan luar biasa. Disa agung dan mulia.

Barangsiapa mengaku tidak kenal Kristus,  padahal mendapatkan dan penikmat aneka berkatNya, adalah pendusta. Bagaimana dengan kita yang sering mengabaikan kasih dan perhatianNya? Pendustakah kita?

 

Oratio

Ya Yesus, ajarilah kami untuk mampu menempatkan diri di hadapanMu. Semoga pengenalan kami kepadaMu, kami nyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

 

Contemplatio

'Di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak'.

 







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017