Rabu Pekan Biasa II, 22 Januari 2020

1Sam 17: 40-51 + Mzm 144 + Mrk 3: 1-6

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

 

Meditatio

Pada saat itu, keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Yesus. Mereka marah dan jengkel terhadap Yesus, karena merasa dipermalukan olehNya dengan pertanyaan: 'manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'. Mereka memang dibuat tak berdaya oleh Yesus. Yesus menegur secara keras, karena kedegilan hati mereka.

Kiranya kalau pertanyaan yang sama diajukan kepada kita, kita harus siap menjawabNya dengan penuh tanggungjawab. Keterbiasaan memilih yang terbaik dan kepekaan hati akan mempermudah kita menjawab pertanyaan yang menantang itu. Keselamatan manusia harus diutamakan dri segalanya. Cinta kasih mengatasi hokum.

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami sering begitu keras melakukan aneka hukum tanpa memperhitungkan kelemahan dan keterbatasan sesama. Ajarilah kami untuk memahami sesama kami, dan semoga kami pun tidak mudah mengelak atas segala kewajiban yang harus kami lakukan.  Amin.

 

Contemplatio

Pertama, 'manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?'. Yesus mengajak kita bersikap bijak.

Kedua, Yesus berdukacita karena kedegilan mereka. Tentunya juga bias kepada kita.







Oremus Inter Nos
Marilah Kita Saling Mendoakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pesta Maria mengunjungi Elizabet

Jumat Agung, Hari Kematian Tuhan Yesus Kristus, 14 April 2017

Mengenal Karmelit Awam dari dekat (2)